Dosen FHISIP UT teliti Mengenai Layanan dan Inovasi layanan Kesehatan di daerah 3T

Uncategorized

Sebatik, Berbatasan daratan dengan negara Malaysia tidak menjadikan pulau terluar Indonesia ini menjadi daya tarik untuk tersendiri. Entah apa yang menjadikan pulau ini menarik,  apakah karena namanya mengandung kata batik yang merupakan  kerajinan dengan memiliki nilai seni tinggi, selain itu batik juga telah menjadi bagian dari budaya Indonesia namun yang pasti pulau sebatik tidak ada kaitan sejarahnya dengan batik-batik yang merupakan karya leluhur bangsa Indonesia, atau karena alasan tertentu bahwa  pulau tersebut ditempati oleh 2 bangsa yang berbeda dengan hidup rukun dan damai.

Daerah 3T merupakan daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia, salah satu diantaranya adalah Pulau Sebatik, pulau yang berada jauh dari Ibu Kota Provinsi dan sangaat jauh dari Ibu kota negara, menjadikan landasan fenomena layanan publik untuk para dosen Universitas Terbuka  melakukan riset.

Riset yang dilakukan ini merupakan riset lanjutan yaitu tahun ke-2 (2022) dari tahun  pertama tahun 2021 yang telah dilakukan mengenai daerah 3T. Tahun pertama riset lapangan yang dilaksanakan oleh Dr. Rulinawaty S.Sos., M.Si (Dosen FHISIP) dilaksanakan bersama Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd (Dosen FKIP). Rulinawaty menyebutkan bahwa masih banyaknya kekurangan data sehingga ditahun ke-2 ini dilaksanakan lagi guna melengkapi kekuragannya.  Lebih lanjut Ruli menyatakan bahwa penelitian yang mengangkat isu hybrid layanan kesehatan di daerah 3T diketuai oleh Dr. Sofjan Aripin, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Dekan FHISIP UT.

Pentingnya isu ini diangkat, menurut Ketua Penilitan Dr. Sofjan Aripin, M.Si Selasa (15/03/2022) berargumentasi bahwa penelitian ini akan memotret mengenai pelayanan dan inovasi pelayanan pada daerah 3T, hasil penelitian ini nantikan akan disampaiakan kepada pihak yang berkepentingan, selain itu untuk memenuhi tugas akademisi temuan-temuan penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal internasional yang bereputasi tentunya, tegas Sofjan.

Dr. Rulinawaty S.Sos., M.Si didampingi oleh anggota peneliti lainnya Dewi Maharani Rachmaningsih, S.Hum., M.A (Dosen FHISIP). merasa tertantang untuk meneliti pada daerah 3T khususnya daerah terluar Indonesia, meskipun harus turun naik kapal yang berukuran kecil menyusuri sungai, semoga hasil penelitian ini membawa dampak yang dapat dimanfaat untuk masyarakat di pulau sebatik ini, harap Ruli dan Rani, panggilan akrab kedua dosen peneliti tersebut. (ays)

Sumber berita lain _1:

Dosen FHISIP UT Teliti Isu Hybrid Layanan Kesehatan di Daerah 3T Sebatik Kaltara

 

Sumber berita_2: 

https://nohoakskaltara.com/safari-para-cendekiawan-ut-di-perbatasan-ri-malaysia-sosialisasikan-keunggulan-metode-kuliah-di-masa-pandemi-covid-19

Sumber berita_3:

https://detail73.com/2022/03/16/dosen-fhisip-ut-teliti-isu-hybrid-layanan-kesehatan-di-daerah-3t-sebatik-kaltara/

Sumber berita_4 :

https://pedomanrakyat.co.id/2022/03/16/dosen-fhisip-ut-teliti-isu-hybrid-layanan-kesehatan-di-daerah-3t-sebatik-kaltara/

Dosen FHISIP UT Teliti Isu Hybrid Layanan Kesehatan Di Daerah 3T Sebatik Kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *